POJOKJABAR.com, BANDUNG – Mantan panitera pengganti PN Jakarta Utara, Rohadi, meminta KPK membebaskan aset yang disita KPK untuk kepentingan masyarakat di Indramayu, khususnya di Cikedung.
Selain rumah sakit ada juga masjid yang didirikan Rohadi dan keluarga.
“Masjid ada juga , saya berharap masjid itu jadi kepentingan umat di Cikedung, dan jadi pusat syiar Islam,” jelasnya, Selasa (4/12).
Permintaan pembukaan rumah sakit, bukan datang dari dirinya pribadi.
“Saya melakukan ini karena saya ikhlas, dan masyarakat di sana butuh keberadaan rumah sakit serta masjid tersebut, dan ini harus segera direspon KPK hemat saya,” jelasnya.
Musolla atau masjid yang disita KPK dari mantan panitera Rohadi
Tujuan dari mengikhlaskan aset ini, bukan karena putusan hukum atau apapun. Namun lebih kepada naluri dia sebagai narapidana kasus korupsi yang tergerak dalam hal bagaimana memberikan pengabdian terbaik kepada negara.
“Saya sudah dicap koruptor, dan saya ikhlas. Makanya saya mengembalikan aset itu kepada negara, dan meminta kepada negara untuk kembali difungsikan demi kepentingan orang banyak,” jelasnya.
Hingga saat ini, menyikapi pembukaan rumah sakit milik pribadi Rohadi belum direspon KPK.
Bahkan Rohadi mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo untuk meminta membuka aset miliknya yang disita KPK tanpa menunggu putusan hukum.
“Saya mencoba mengembalikan aset itu adalah sebuah gerakan, gerakan dimana koruptor harus mengembalikan apa yang telah diambilnya dari negara dan dikembalikan lagi ke negara, saya ikhlas,” pungkasnya.
Rohadi panitera suap Saipul Jamil saat di Lapas Sukamiskin.
(arf/pojokjabar)
https://ift.tt/2UeuEXL
0 Response to "Terungkap! KPK Sita Masjid Milik Keluarga Panitera Suap Saipul ... - Pojok Jabar"
Post a Comment